Jumat, 11 Februari 2011

sekilas tentang kamera video

Kamera video ( Video Camera Recorder ) adalah kamera elektronik untuk menangkap gambar bergerak dalam format video. Kamera video sendiri dalam perkembangannya dimulai dari kamera video analog dan berkembang menjadi kamera video digital. Di era modern, cara kerja kamera video analog sudah banyak ditinggalkan. Karena fungsi kamera video atau kualitas yang dihasilkan kamera video digital lebih bagus dan lebih mudah dikelola.

cara
 kerja kamera video
Kamera video dulu sangat berat. Kamera lama mempunyai berat kurang lebih 100 pound atau 50 kg. Hal itu merupakan hasil dari jumlah beberapa alat seperti kamera, televisi ( untuk menampilkan gambar ), media untuk menyimpan video, dll. Pada kamera video modern, satu benda sudah merepresentasikan hampir semua benda yang dibutuhkan.
Bagaimana cara kerja kamera video. Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana sebuah kamera video bekerja.

  1. Saat kondisi merekam / recording, gambar masuk ke dalam badan kamera.
  2. Gambar mengenai lensa dan dilewatkan filter warna dan difokuskan pada sensor CCD dan cermin ke jendela intip.
    cara kerja kamera 
video
    Kebanyakan kamera video, jendela intip atau eye finder sudah berwarna dan bukan hitam putih. Jarak antara lensa dengan sensor CCD disebut focal length. Sebenarnya focal length mempengaruhi efek zoom in ataupun zoom out. Sehingga kita bisa mengambil gambar video dari jarak dekat atau pun jarak jauh. Gambar mengenai sensor CCD yang sangat peka terhadap cahaya. sensor CCD memiliki jutaan sensor, semakin banyak jumlah sensor, maka semakin detil juga video yang dihasilkan.
    cara kerja kamera 
video
  3. Kamera video mengambil input data analog berupa frekuensi sinar dan suara dan mengkonversi menjadi data digital. Gambar yang masuk ke CCD juga akan tampil di layar LCD. Sensor CCD diteruskan ke konverter sehingga mengubah data analog menjadi data digital. Konverter yang digunakan adalah konverter ADC ( Analog Digital Converters )
  4. Dalam waktu yang bersamaan, cara kerja kamera video juga menyimpan sinyal suara dan dirubah menjadi data digital. Data digital disimpan dalam media penyimpanan secara terus menerus selama kamera dalam keadaan merekam. Media penyimpanan video ada berbagai macam. VCD, DVD, ataupun Mini DV.
    cara kerja kamera video
    Beberapa contoh perusahaan ternama dalam pengembangan cara kerja kamera video dengan level tinggi adalah JVC, Hitachi, Canon, Panasonic, Sony, dll.
Add caption
KAMERA




        adalah sebuah alat yang paling popular saat ini khususnya dalam kegiatan fotografi. Asal muasal kata kamera di dapat dari camera obsura, yang berarti ruang gelap. Di dalam dunia fotografi, kamera merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi merekam suatu bayangan kemudian ditaruh pada lembaran film
Jika kamera televisi, system lensa akan membentuk gambar yang ada di dalam sebuah lempengan yang sensitive pada sebuah cahaya. Lempengan ini kemudian akan mengeluarkan electron ke lempengan tipis yang dijadikan sasaran jika terkena sebuah cahaya. Kamera terdiri dari :
Badan Kamera
Ruangan yang kedap cahaya namun merupakan satu satunya tempat yang merupakan jalan masuk sebuah cahaya. Setelah menempati badan kamera, cahaya akan difokuskan oleh lensa agar dapat membakar film. Di dalam badan kamera biasanya terdapat tombol pengatur, yaitu :
  • Aperture (pengaturan diafragma)
  • Shutter Speed
  • Blitz
  • Tripod
  • Lightmeter
  • Pengaturan ISO / ASA Film
Sistem Lensa
Di dalam kamera, system lensa biasanya di taruh di depan kotak. System ini terdiri dari sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastic atau kaca. Proses menghalangi cahaya ini di simbolkan dengan huruf F, semakin besar maka semakin kecil tingkat penghalangnya.
Macam-macam kamera di lihat dari jenis lensanya adalah
Lensa sudut besar
Kamera jenis ini mempunyai jarak focus yang paling kecil. Lensa yang menggunakan film 35 milimeter disebut lensa sudut besar, sedangkan 135 milimeter di sebut dengan lensa telefoto
Lensa Sudut Kecil
Kamera jenis ini mempunyai jarak focus yang paling besar diantara ketiga jenis kamera ini.
Lensa Variabel
Kamera jenis ini memiliki jarak Fokusnya dapat di ubah-ubah, disesuaikan dengan kebutuhan. Lensa akan memfokuskan cahaya. Di dalam sini, lensa akan dikelompokkan sesuai dengan focal length, yang dapat mempengaruhi besarnya komposisi gambar yang akan di hasilkan. Masyarakat awam mengenalnya dengan istilah zoom
Pemantik Potret
Tombol ini biasanya diletakkan di belakang lensa . beberapa kamera menyediakan mekanisme dengan pengaturan waktu yang digunakan untuk merubah ubah sesuatu yang merupakan bukaan shutter. Beberapa pengguna kamera beranggapan bahwa sebuah kamera selalu mempunyai shutter speed yang bisa dipakai.
Sebuah kamera mempunya mekanisme memutar film agar setiap bagian film dapat dipisahkan antar objek yang berlainan. Sebuah kamera juga mempunyai Range finder yang dapat menunjukkan apa saja yang sudah di potret. Namun semua itu tergantung kepada jenis kamera. Jika jenis kameranya adalah kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu komponen di atas.


Berdasarkan ukuran, film dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
  • Small format (35 mm)
  • Medium format (100 – 120 mm)
  • Large format (lebih dari 120 mm)
Berdasarkan jenis bahan dan sensitivenya, film dapat dibedakan menjadi :
  • Film hitam putih
  • Film infra merah
  • Film warna
  • Film tungsten
  • Film negative
  • Film positif
  • Film daylight
Terdapat juga kamera Polaroid, yang langsung memberikan gambaran positif, sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses cuci cetak film. Kamera digital, kamera seperti ini yang sekarang sering digunakan. Kamera jenis ini bekerja tanpa menggunakan sebuah film.
Keuntungan dari menggunakan kamera digital adalah pengguna tidak perlu membidik sebuah objek melalui jendela karena sudah menggunakan layar LCD yang terdapat di belakang layar LCD.


Berdasarkan mekanisme kerja, kamera terdiri dari :
Kamera Single Lens Reflect
Kamera ini memiliki cermin datar yang ada di belakang lensa. Sehingga apa pun objek yang dilihat oleh pemotret adalah apa yang di tangkap oleh film.
Kamera Instan
Memiliki mekanisme otomatik berdasarkan pengukur cahaya. Lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret akan otomatis di atur.

SEKILAS TENTANG FOTOGRAFI

Kata photography berasal dari kata photo yang berarti cahaya dan graph yang berarti gambar. Jadi photography bisa diartikan menggambar/melukis dengan cahaya.
Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).
Untuk menghasilkan ukuran cahaya yang tepat untuk menghasilkan bayangan, digunakan bantuan alat ukur lightmeter. Setelah mendapat ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur cahaya tersebut dengan mengatur ASA (ISO speed), diafragma (aperture), dan penggunaan filter.

Jenis-jenis kamera

a. Kamera film, sekarang juga disebut dengan kamera analog oleh beberapa orang.

- Format film

Sebelum kita melangkah ke jenis-jenis kamera film ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu berbagai macam format/ukuran film.
APS, Advanced Photography System. Format kecil dengan ukuran film 16x24mm, dikemas dalam cartridge. Meski format ini tergolong baru, namun tidak populer. Toko yang menjual film jenis ini susah dicari di Indonesia.
  1. Format 135. Dikenal juga dengan film 35mm. Mempunyai ukuran 24x36mm, dikemas dalam bentuk cartridge berisi 20 atau 36 frame. Format ini adalah format yang paling populer, banyak kita temui di sekitar kita.
  2. Medium format
  3. Large format

- Jenis Film

  1. Film B/W, film negatif hitam putih.
  2. Film negatif warna. Paling populer, sering kita pakai.
  3. Film positif, biasa juga disebut slide. Lebih mahal dan rawan overexposure. Meski demikian warna-warna yang dihasilkan lebih bagus karena dapat menangkap rentang kontras yang lebih luas.

- Jenis-jenis kamera

  1. Pocket/compact. Kamera saku. Populer bagi orang awam, sederhana dan mudah dioperasikan. Menggunakan film format 35mm.
  2. Rangefinder. Kamera pencari jarak. Kecil, sekilas mirip dengan kamera saku. Bedanya, kamera ini mempunyai mekanisme fokusing (karenanya disebut rangefinder). Umumnya menggunakan film format 35mm.
  3. SLR, Single Lens Reflex. Kamera refleks lensa tunggal. Populer di kalangan profesional, amatir dan hobiis. Umumnya mempunyai lensa yang dapat diganti. Menggunakan film format 35mm. Disebut juga kamera sistem.
  4. TLR, Twin Lens Reflex. Kamera refleks lensa ganda. Biasanya menggunakan format medium.
  5. Viewfinder. Biasanya menggunakan format medium.
b. Kamera manual dan kamera otomatis. Kamera-kamera SLR terbaru umumnya sudah dilengkapi sistem autofokus dan autoexposure namun masih dapat dioperasikan secara manual.
c. Kamera digital. Menggunakan sensor digital sebagai pengganti film.
1. Consumer. Kamera saku, murah, mudah pemakaiannya. Lensa tak dapat diganti. Sebagian besar hanya punya mode full-otomatis. Just point and shoot. Beberapa, seperti Canon seri A, memiliki mode manual.
2. Prosumer. Kamera SLR-like, harga menengah. Lensa tak dapat diganti. Shooting Mode manual dan auto.
3. DSLR. Digital SLR.
Shooting mode
Mode auto, mode point and shoot, tinggal bidik dan jepret.
  1. Full auto, kamera yang menentukan semua parameter.
  2. Portrait, kamera menggunakan aperture terbesar untuk menyempitkan DOF.
  3. Landscape, kamera menggunakan aperture terkecil.
  4. Nightscene, menggunakan kecepatan lambat dan flash untuk menangkap obyek dan BG sekaligus.
  5. Fast shuter speed
  6. Slow shutter speed
Creative zone
  1. P, program AE. Mirip dengan mode auto dengan kontrol lebih. Dengan mode ini kita bisa mengontrol exposure compensation, ISO, metering mode, Auto/manual fokus, white balance, flash on/off, dan continues shooting.
  2. Tv, shutter speed priority AE. Kita menetukan speed, kamera akan menghitung aperture yang tepat.
  3. Av, aperture priority AE. Kita menentukan aperture, kamera mengatur speed.
  4. M, manual exposure. Kita yang menentukan aperture dan speed secara manual.
Komposisi dan Angle.
Komposisi adalah penempatan obyek dalam frame foto
Angle adalah sudut pemotretan, dari bawah, atas, atau sejajar.
Komposisi dan angle lebih menyangkut ke seni dari fotografi. Faktor selera fotografer sangat besar pengaruhnya.